PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Neurologi, Oftalmologi, Psikologi Perkembangan

Apraksia Okulomotor Kongenital

congenital oculomotor apraxia

Ringkasan Singkat

Kondisi bawaan di mana anak tidak mampu fiksasi objek secara normal, ditandai dengan tidak adanya saccade dan gerakan mata halus pada bidang horizontal, seringkali disertai gerakan kepala mendadak.

Apraksia okulomotor kongenital adalah kondisi yang sudah ada sejak lahir, di mana seorang anak mengalami ketidakmampuan untuk memfiksasi objek secara normal dengan matanya. Kondisi ini secara khas ditandai oleh absennya saccade (gerakan mata cepat dan melompat-lompat yang digunakan untuk mengubah titik pandang) dan gerakan mata halus (smooth-pursuit eye movements) pada bidang horizontal, meskipun gerakan mata vertikal umumnya tetap terjaga.

Anak-anak dengan kondisi ini seringkali disalahartikan sebagai buta karena ketidakmampuan mereka dalam mengarahkan pandangan secara normal. Antara usia 4 hingga 6 bulan, mereka mulai mengembangkan gerakan kepala horizontal yang mendadak dan menyentak, kadang-kadang disertai dengan berkedip atau menggosok kelopak mata yang menonjol saat mencoba mengubah fiksasi. Penyebab apraksia okulomotor kongenital belum diketahui, namun biasanya ada perbaikan seiring bertambahnya usia, meskipun tidak selalu sepenuhnya pulih.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • American Psychological Association. (n.d.). APA Dictionary of Psychology. Retrieved from https://dictionary.apa.org/congenital-oculomotor-apraxia
  • Zee, D. S., & Hain, T. C. (2007). Congenital ocular motor apraxia. In R. F. Leigh & D. S. Zee (Eds.), The Neurology of Eye Movements (4th ed.). Oxford University Press.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback